RSUD Doris Sylvanus Tidak Layak Jadi Rujukan

 Berita, Metro Palangkaraya

rsud doris silvanus

RSUD dr Do­ris Sylvanus, Pa­lang­karaya, dinilai su­dah tidak layak menjadi ru­ju­kan di Provinsi Kalimantan Te­ngah. Meski memiliki pelayanan, pe­­ralatan, maupun tenaga dok­­ter yang berkualitas, da­ri se­gi fisik dan sarana ru­mah sa­kit milik Pemprov Kal­teng itu sudah jauh keting­galan ji­ka dibandingkan dengan ru­­mah sakit yang ada kabupa­ten.

Hal ini tentunya sang­at iro­nis mengingat RSUD Do­ris berada di Palangkara­ya yang notabenenya merupa­kan ibu kota provinsi. Melihat kondisi ini, Ketua Ko­misi C DPRD Kalteng Guntur HAA meminta pemprov Kal­teng mulai memikirkan ren­cana pembangunan ru­mah sakit baru yang represen­ta­tif dan layak dijadikan ru­ju­kan.

“Sedangkan RSUD Doris Sy­lvanus serahkan saja pe­nge­lo­la­­annya kepada Pemkot Pa­langkaraya. Biar diurus pem­­kot saja. Provinsi ini sudah saatnya memiliki RSUD yang representatif, bagus sa­rana dan prasarana, serta ka­mar inap yang berkualitas dan memadai. Jangan se­perti RSUD Doris, untuk me­nampung pasien kelas III saja tidak mampu. Lebih baik bikin baru. Cari tanah yang luas sehingga mudah di­kem­bangkan,” pinta Guntur saat ditemui Borneonews di rua­ngan kerjanya, Rabu (14/8).
Ungkapan Guntur itu di­uta­rakan setelah ia melihat lang­sung kondisi rumah sa­kit yang terletak di teng­ah kota Palangkaraya itu sa­at melakukan anjang sa­na dalam rangka HUT ke-68 Ke­mer­dekaan RI.
Selaku ketua rombongan, Gun­tur mengajak 20 orang da­lam rombongannya untuk me­lihat selasar dan ruang ra­wat inap rumah sakit.
Hasilnya, RSUD Doris memili banyak masalah. Dimulai dari lahan parkir yang overload, ruangan yang su­dah tidak bagus, serta ba­ngun­an pendukung yang ra­ta-rata sudah tidak layak un­tuk kelas provinsi.

Sedangkan terkait pemba­ngun­­an rumah sakit baru, po­li­tisi Golkar itu menginginkan di­dirikan lima tingkat seperti yang tergambar dalam maket. Namun, lokasinya jangan di tempat saat ini, melainnya di­pindah ke kawasan yang le­bih representatif.
“Apalagi nanti berkeingin­an jadi RS tipe B pendidikan, saatnya pembaruan lah. Jadi ke­inginan Palangkaraya untuk membuat RS sendiri se­baik­nya ditunda saja. Sebaik­nya mengelola RSUD Doris ini saja. Tetapi kelasnya nanti diturunkan jadi tipe C, tidak lagi tipe B karena dikelola ka­bu­paten/kota,” tandasnya.
Guntur yakin APBD Kalteng mam­pu mendanai pemba­ngunan RSUD baru yang la­­yak dibanggakan. “Membangun gedung olahra­ga indoor senilai Rp200 miliar saja mampu, kenapa memba­ngun rumah sakit yang untuk orang banyak tidak?,” sindirnya.

(sumber: borneonews.co.id/kalteng/palangkaraya/6175-rsud-doris-sylvanus-tidak-layak-jadi-rujukan)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply